skip to main content
ACER
Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation dukung perkembangan anak usia dini holistik 0-3 tahun

Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation dukung perkembangan anak usia dini holistik 0-3 tahun

ACER news 3 minute read

Tanoto Foundation, Australian Council for Educational Research (ACER) Indonesia, dan Myriad Research berkolaborasi untuk mengevaluasi dampak kehadiran program Rumah Anak SIGAP terhadap pengetahuan dan tingkat keterampilan pengasuhan serta pengaruhnya atas perkembangan anak usia 0-3 tahun.

Riset menunjukkan bahwa periode kehidupan di usia dini, terutama di 1.000 hari pertama, memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan dan kemajuan anak di masa depan. Meski begitu, di Indonesia, program pendidikan anak usia dini kerap kali masih hanya berfokus pada anak usia 4-6 tahun. Hal ini menimbulkan suatu kekosongan dalam ketersediaan layanan pendukung perkembangan anak usia dini holistik bagi anak di umur 0-3 tahun.

Merespon kondisi di atas, Tanoto Foundation—lembaga filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, Australian Council for Educational Research (ACER) Indonesia, dan Myriad Research berkolaborasi untuk mengevaluasi dampak program Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP), yang diinisiasikan untuk memastikan perkembangan yang lebih optimal serta kesiapan bersekolah bagi anak-anak di Indonesia. Sebagai salah satu strategi kunci, SIGAP mendirikan pusat belajar dengan nama Rumah Anak SIGAP, sebuah model pusat pengembangan anak yang menyediakan pelatihan bagi orang tua serta aktivitas pendukung stimulasi dini bagi anak usia 0-3 tahun.

Fase pertama Rumah Anak SIGAP telah berjalan sejak Desember 2021 hingga September 2023 di 16 desa yang tersebar di tiga provinsi: DKI Jakarta, kabupaten Pandeglang di provinsi Banten, serta kabupaten Kutai Kartanegara di provinsi Kalimantan Timur. Tim pelaksana di tiap-tiap pusat belajar Rumah Anak SIGAP terdiri dari koordinator dan fasilitator yang dipilih secara kolaboratif oleh pemerintah desa bersama dengan Tanoto Foundation, memastikan adanya keterlibatan komunitas yang kuat dalam setiap prosesnya. Sebab selain evaluasi dampak terhadap perkembangan anak, hal lain yang tidak kalah pentingnya dari fase ini termasuk mengidentifikasi aspek lingkungan serta kebudayaan lokal yang mempengaruhi pola asuh perkembangan anak dan memilah rekomendasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas program serta kebijakan terkait Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PPAUD).

Hasil dari fase evaluasi yang dilakukan selama satu tahun secara umum memperlihatkan bahwa program Rumah Anak SIGAP membawa suatu mekanisme positif bagi perkembangan serta pola pengasuhan anak, dengan beberapa catatan yang masih dapat terus diupayakan untuk perbaikan ke depan.

Fase evaluasi yang dilakukan oleh program Rumah Anak SIGAP mengonfirmasi pernyataan yang telah disarankan oleh banyak studi lainnya mengenai masa paling signifikan dalam perkembangan mental anak (24-29 bulan). Indikasi yang diberikan oleh program ini menunjukkan bagaimana stimulasi dini amatlah perlu didapatkan oleh anak sejak dari usia sedini mungkin dan peningkatan kasat mata baru akan terlihat di tahun kedua. Untuk itulah, kebijakan serta program terkait PPAUD akan menjadi amat baik jika dimulai sedini mungkin sejak usia 0 dan berkesinambungan hingga minimal dua tahun masa keterlibatan.

Baca hasil studi: "The impact of Child Learning Centres on parenting practices and early " by Bakir Haryanto, Fayna Faradiena et al.

Subscribe to the Discover newsletter

Privacy policy